Workshop Penyusunan Soal Ujjian Sekolah

Workshop penyusunan soal Ujian Sekolah (US) dilakukan di lingkungan sekolah pada tanggal 6 april 2021 dengan Nara sumber Dr. H. Iwa Wiswara Syamsu, M.Pd. Workshop kali ini dihadiri oleh kepala sekolah dan ketua Yayasan Insan Cinta Bakti Ny. Bonur P, S.H, M.H sekaligus membuka acara kegiatan workshop penyusunan soal US. Selain itu juga pelaksanaan workshop ini diikuti oleh beberapa orang guru mata pelajaran yang diikutsertakan pada pelaksanaan Ujian Sekolah.

Pemaparan yang dilakukan oleh Nara Sumber yaitu mengenai pelaksanaan Ujian Sekolah diadakan secara serentak pada tanggal 3-8 Mei 2004. Mengapa Ujian Sekolah itu harus dilaksanakan? hal ini dikarenakan terdapat dasar hukum yang kuat yaitu:

·      UUD Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

·      Permendikbud Nomor 34 tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan

·      Surat Edaran Menteri Pendidikan dan kebudayaan nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus disease (Covid-19)

·      Surat Edaran Menteri Pendidikan dan kebudayaan Nomor 1 Tahun 2021 tentang peniadaan ujian nasional dan ujian kesetaraan serta pelaksanaan ujian sekolah dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

 

Poin-poin yang berkaitan dengan US dan UKK SMK

1. Ujian Nasional ditiadakan

2. UN tidak menjadi syarat kelulusan atau seleksi masuk ke jenjang Pendidikan lebih tinggi 

3. Bentuk ujian diselenggarakan satuan Pendidikan:

a.       Protofolio berupa evaluasi nilai rapor, nilai sikap/perilaku dan prestasi

b.       Penugasan

c.       Tes tulis secara luring atau daring

d.       Bentuk penilaian lain yang ditetapkan satuan Pendidikan


4.  Selain ujian diselenggarakan satuan Pendidikan, peserta didik SMK juga dapat mengikuti Uji Kompetensi Keahlian sesuai dengan ketentuan perundang-undangan

5. Peserta didik dinyatakan lulus setelah:

a.       Menyelesaikan pembelajaran, dibuktikan dengan nilai rapor tiap semester

b.       Memperoleh nilai sikap minimal baik

c.       Mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh satuan Pendidikan

 

Sekolah diberi kewenangan mutlak dalam membentuk soal-soal US, sehingga akan kemungkinan besar terjadi perbedaan soal antara satuan Pendidikan yang satu dengan satuan Pendidikan yang lainnya. Pembentukan soal-soal disini harus dengan bimbingan dari Pihak Pengawas, Yayasan dan Pejabat sekolah yang berkaitan dengan pelaksanaan Ujian Sekolah, sehingga soal-soal yang diberikan kepada peserta didik itu berbobot setara dengan tingkat nasional.


Ketentuan-ketentuan pelaksanaan Ujian Sekolah (US)

  • Ujian sekolah dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna dan tidak terfokus pada pengukuran ketuntasan capaian kurikulum
  • Peserta ujian sekolah adalah peserta didik yang telah berada pada tahun terakhir dan memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar seluruh program pembelajaran yang telah ditempuh pada jenjang Pendidikan tersebut.
  •  Pelaksanaan US menjadi tanggung jawab kepala sekolah.
  • Satuan Pendidikan Menyusun dan menetapkan panitia US
  • Satuan Pendidikan membuat POS Ujian Sekolah
  • Jadwal pelaksanaan US dibuat oleh satuan Pendidikan masing-masing dengan memperhatikan kalender Pendidikan yang ditertibkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Jadwal US dilaksanakan dalam rentang waktu 3-8 Mei 2021
  • Mata pelajaran yang diujikan pada ujian sekolah adalah mata pelajaran yang diselesaikan sampai kelas terakhir (kelas XII untuk program 3 tahun dan kelas XII untuk program 4 tahun)
  • Seluruh soal US disusun oleh tim guru dari satuan Pendidikan masing-masing
  •  Bentuk soal, jumlah butir soal, dan alokasi waktu US dapat ditentukan oleh satuan Pendidikan masing-masing.

Selain memaparkan ketentuan-ketentuan US nara sumber juga menjelaskan tentang kisi-kisi soal, jadi sebelum membuat soal Ujian Sekolah, guru-guru mewajibkan harus membuat Kisi-kisi Soal Ujian Sekolah. Kisi-kisi merupakan suatu dokumen berupa matriks yang berfungsi sebagai pedoman dalam penulisan soal dan perakitan tes. 

Komponen kisi-kisi
 1. Disesuaikan dengan tujuan tes
2. Terdiri atas komponen identitas dan komponen matriks
3. Komponen identitas : jenjang sekolah, program keahlian/kompetensi keahlian, mata pelajaran, tahun pelajaran, alokasi, jumlah soal, bentuk soal
4. Komponen matriks: Kompetensi dasar, IPK, materi, Indikator soal, level kognitif dan nomor soal


Tahapan inti dari workshop ini yaitu pelaksanaan pembuatan kisi-kisi dan soal ujian sekolah. Pembuatan kisi-kisi dan soal guru-guru dibimbing oleh nara sumber sehingga penyusunan kisi-kisi dan soal sesuai yang diharapkan. 

Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini akan lebih meningkatkan profesionalitas dalam mengembangkan keahlian para guru khususnya dalam menyusun kisi-kisi dan soal ujian sekolah.