Belajar di rumah di saat covid-19

Hampir satu bulan saya dan teman teman saya belajar dirumah, saya dan keluarga melaksanakan solat berjamaah. Kini bulan puasa sudah tiba saya selalu menantikan bulan ini, dimana bulan yang ramai dengan penjual kolak dan SOP buah. Tetapi bulan ramadhan tahun ini dengan tahun lalu sangat berbeda, tahun lalu saya selalu keluar rumah untuk membeli menu berbuka puasa tetapi tahun sekarang saya tidak bisa ke mana mana dikarenakan ada wabah penyakit yaitu covid-19.

 

Saat ini pun saya masih belajar dirumah dengan menggunakan aplikasi untuk belajar. Sangat menyedihkan tetapi harus bagaimana lagi demi menjaga kesehatan. Saat saya belajar dirumah rasanya tidak sama dengan belajar disekolah, saat belajar dirumah terasa sangat sepi tidak seperti belajar disekolah yang ramai dengan siswa siswa. Tapi saya bersyukur masih tetap bisa mendapat ilmu pengetahuan dirumah

Mau bagaimana lagi ini demi negara saya demi dokter dokter diluar sana yang masih harus berjuang untuk menyembuhkan pasien nya. Alhamdulilah, saya disini masih diberi kesehatan dan bisa melakukan tugas sekolah saya dengan tertib. Insyaallah jika wabah penyakit nya sudah tidak ada saya bisa bersekolah lagi dan bisa bermain,belajar dengan teman teman saya. Aku rindu mereka

Disisi lain, saya harus belajar dan belajar. Tetapi mengapa banyak siswa siswi yang malah stres dan melalaikan tugasnya? Saya berpikir jika kita harus meningkatkan imunitas kita, tetapi kita harus memikirkan hal lain yang membuat kita stres, apakah itu baik? Saya selalu beribadah dan berdoa untuk meringankan segala sesuatu yang akan saya jalani seperti mengerjakan tugas ataupun pekerjaan lain.

 

Adanya pandemi Covid-19 menjadikan perubahan hidup yang sangat drastis. Yang diluar tidak bisa masuk, dan yang didalam tidak boleh keluar. Tetapi bagaimana dengan ayah saya yang tetap mencari nafkah untuk keluarganya, tentunya itu sangat membahayakan. Mereka yang diluar sama seperti ayah saya bukan karena tidak takut Covid-19, tetapi mereka lebih takut keluarganya tidak bisa makan. Tidak sedikit orang apalagi remaja yang keluar rumah untuk sekedar main main, saya tidak mengerti akan mereka, mereka tidak merasakan apa yang pasien pasien rasakan sehingga mereka masih berkeliaran dan tidak dirumah aja.

 

Banyak orang mengeluh saat belajar dirumah, padahal banyak juga orang yang bosan tidak melakukan apa-apa dirumahnya, seharusnya saat belajar dirumah kita tetap bersyukur karena kita diajarkan untuk tetap melakukan apa yang harus dilakukan meski di situasi yang kurang baik.

Maka dari itu temen temen seharusnya bersyukur masih mendapat ilmu pengetahuan walau tempat nya bukan disekolah.

 

Dengan adanya pandemi ini kita belajar bahwa kita harus hidup sehat dan memakan makanan yang memang bisa dimakan(matang). Kita juga harus paham bahwa hidup hemat itu memang penting, jadi  hidup hemat itu memang perlu dilakukan. Tidak terlalu boros, lebih baik karena dunia sedang menguji kita untuk tidak terlalu hambur seperti biasanya. Belilah kebutuhan yang sangat dibutuhkan dulu untuk sekarang jangan mengutamakan beli barang yang dianggap tidak terlalu penting.

 

Saya sangat berharap agar dunia cepat pulih kembali karena saya sangat rindu dengan sekolah. Semoga kita bisa berkumpul dengan sehat dan bersenang senang seperti semula. Saya harap kalian semua sangat mengutamakan kesehatan dan memperhatikan kondisi tubuh kalian. Saya rasa saya ingin cepat cepat memulai cerita indah lagi bersama teman saya setelah covid ini selesai.

 

STAY SAFE

STAY AT HOME!

 

DEFI KURNIA : X OTKP 2